Pages

Saturday, January 16, 2010

Buruh Dalam Puisi A.M. Dg. Miyala – Armyn Pane

Buruh

(A.M. Dg. Miyala)
Duduk aku hadapi meja
Tulis buku banyak ragam
Kopi masuk gula keluar
Kapuk dibeli gula dijual

Semenjak pagi sudah begitu
Sampai petang baru berhenti
Lelah penat tidak terasa
Demikian asyik menulis harta

Bukan harta punya sendiri
Hanya harta punya majikan
Harta sendiri hanya tenaga
Tenaga badan dan pikiran

Kapan pulang terasa penat
Istri di rumah pun dapat kerja …

Habis kerja terima gaji
Debet kredit dihitung ulang
Sekali ini harta sendiri
Membuat pusing kepala pening

Masuk kiri keluar kanan
Setimbang tidak mana berat
Berat di kiri ada simpanan
Berat di kanan keluh kesah

Bulan masuk tahun pergi
Nasib buruh tidak berubah
Siang-siang tangan penuh
Pulang balik tangan kosong

Istri di rumah setia terus
Senang susah sama dipikul


HAMBA BURUH
(Armyn Pane)

Aku menimbang-nimbang mungkin
Kita berdua menjadi satu
Gaji dihitung-hitung
Cukup tidak untuk berdua

Hati ingin sempurna dengan engkau
Sama derita sama gembira
Kepala pusing menimbang-nimbang
Hitung menghitung uang bagi kita

Aku ingin hidup damai tua
Mikir anak istri setia
Kalbu pecah merasa susah
Hamba buruh apa dikata

Download puisi ini KLIK di sini

No comments:

Post a Comment