Sunday, April 06, 2008

Katak Hendak Jadi lembu

KATAK HENDAK JADI LEMBU



Roman karya Nur Sutan Iskandar ini berkisah tentang seorang keturunan bangsawan Sunda yang tidak mau bekerja keras. Ia sangat bangga dengan kebangsawanannya. Roman ini secara sekilas mengangkat persoalan manusiayang melakukan atau mengharapkan sesuatu di luar batas kemampuannya.

Roman berlatar daerah Sunda ini berkisah tentang Haji Hasbullah (seorang haji yang sangat kaya) dengan berat hati menerima lamaran Haji Zakaria (temannya, seorang haji yang sangat kaya juga) yang hendak mengambil Zubaedah sebagai menantunya. Zubaedah hendak dikawinkan dengan Suria, anak haji Zakaria. Haji Hasbullah sebenarnya tidak rela Zubaedah kawin dengan Suria, karena Suria memiliki sifat yang sombong dan suka hura-hura. Namun Haji Hasbullah tidak kuasa menolah keinginan Haji Zakaria karena hubungan baik mereka.

Apa yang dikhawatirkan Haji Hasbullah benar-benar menjadi kenyataan. Setelah menikah dengan Zubaedah, anak tunggal dari Haji Hasbullah yang kaya raya, tingkah laku Suria tidak juga berubah. Dulu Haji Hasbullah menerima Suria sebagai menantu lebih karena Haji Zakaria (ayah Suria) adalah sahabatnya sejak kecil. Sehingga perkawinan anak mereka bukan semata-mata karena cinta, tetapi karena permintaan Haji Zakaria. Bagi Zubaidah sendiri, perkawinan itu dilakukannya karena rasa hormat kepada orangtuanya. Tingkah laku Suria benar-benar kelewatan setelah ayahnya, Haji Zakaria meninggal, dan harta warisan jatuh ke tangnnya. Lelaki itu hanya berfoya-foya menghabiskan harta warisan ayahnya. Ia tidak pernah memperhatikan istrinya. Bahkan Suria tega meninggal istrinya yang sedang mengandung. Ia pergi selama tiga tahun sehingga ia tidak tahu ketika Abdulhalim, anaknya lahir. Tiga tahun lamanya Zubaidah menjanda. Semua derita diterimanya dengan sabar dan tawakal.


Setelah hartanya habis ludes, dengan tak tahu malu Suria datang menyembah-nyembah Haji Hasbullah, minta belas kasihan. Dan dengan mulut manis ia mengaku salah kepada Zubaidah. Demikian Suria kembali ke pangkuan Zubaidah. Namun temyata sifat tinggi hatinya tak juga hilang. Setelah ia menjabat Menteri Kabupaten, penghasilannya tak pernah sampai di rumah. Sekolah Abdulhalim tak dibiayainya. Maka Abdulhalim dibawa kakek neneknya ke Tasik dan disekolahkan di sana. Abdulhalim disekolahkan ke sekolah Belanda. Kemudian ke sekolah Menak di Bandung, dengan biaya kakeknya.

Seringkali Zubaidah berkirim surat kepada anaknya. Uang sekolah Saleh dan Aminah, adiknya Abdulhalim belum terbayar, belanja dapur tak berkecukupan, hutang makin
menumpuk di sana-sini. Semua itu karena ulah Suria yang selalu menuruti hawa nafsu. Tak pemah ia memikirkan anak-anaknya. Sering pula penagih hutang datang ke rumah. Namun karena tak ada uang simpanan, maka Zubaidah pura-pura tidur dan merenungi nasib buruknya. Ingin rasanya ia keluar dari neraka itu, pergi bersama anaknya ke rumah orangtuanya. Tetapi tiapkali ia sadar. Bahwa sebagai seorang isteri yang harus bakti kepada suaminya, ia tak boleh meninggalkannya; apa pun yang terjadi.

Karena sudah tak tahan lagi dan semakin menggunungnya hutang, maka Zubaidah menyerahkan segalanya kepada suaminya. Suria malu, namun sifat sombongnya tak juga berubah. Begitulah jadinya orang yang gila hormat, gila pangkat sedang kebutuhan keluarga terbengkalai. Akhimya ia melakukan perbuatan yang tercela di masyarakat. la menggelapkan uang kas di kantornya, hanya untuk melunasi hutang-hutangnya. Kesalahan itu telah diketahui atasannya. Dan untuk menutupi rasa malu, ia minta berhenti dari pekerjaannya

Zubaidah semakin tersiksa hidupnya. Tak pemah ia merasakan suka cita. Segalanya serba pedih perih. Karena malu akan cemoohan orang, ia pun bertekad untuk meninggalkan kota Sumedang. Abdulhalim sendiri kini telah hidup berumah tangga dan bahagia. Ketika ayahnya menulis surat kepadanya, ia pun bersedia menerima seluruh keluarga itu: ayah ibu dan adik-adiknya. Hati Zubaidah semakin teriris lantaran malu pada anaknya meskipun Abdulhalim tak pernah merasakan kasih sayang bapaknya.

Di pihak lain kesombongan Suria tak juga hilang. Meski ia hidup menumpang di rumah anaknya, ia ikut campur tangan dalam masalah keluarga anaknya. Segala yang dirasanya kurang selalu dicela. Ia memerintah layaknya yang punya rumah saja. Hal inilah yang mengawali pertengkaran antara Abdulhalim dengan isterinya. Beban hati Zubaidah semakin berat. Ia kasihan keluarga anaknya menjadi berantakan gara-gara kelakuan ayahnya. Karena kesedihan yang berlarut-larut akhimya Zubaidah meninggalkan dunia. Betapa sedih hati anak-anaknya kehilangan ibu yang berhati mulia itu. Terutama Abdulhalim. Ia tahu, semua ini disebabkan oleh ulah ayahnya, Suria yang tak tahu diri itu.

Maka marahlah Abdulhalim. Dan karena malu kepada anak dan mertuanya Suria pun angkat kaki dari rumah anaknya. Segala cita-cita yang diinginkannya: pangkat, kehormatan, kemewahan, dan kesenangan itu musnah sudah. Itulah akibatnya kalau katak hendak jadi lembu.***

Download sinopsis novel ini di sini
Sinopsis novel yang lain? Klik di sini

Saturday, April 05, 2008

Masnawi-Rubai-Kit'ah-Gazal-Syair


Sekilas Mengenal Puisi Lama Pengaruh Arab/Parsi
Jenis-jenis puisi lama karena pengaruh Arab atau Parsi antara lain masnawi, rubai, kit’ah, gazal, dan syair. Perhatikan gambar berikut!



Masnawi adalah jenis puisi Malayu lama yang berasal dari sastra Arab- Parsi. Jumlah larik dalam setiap baitnya agak bebas, dengan skema rima berpasangan dua-dua (a-a-b-b-c-c.... dan seterusnya), dan berisi puji-pujian untuk pahlawan

Contoh masnawi:

UMAR

Umar yang adil dengan perinya
Nyatalah pun adil sama sendirinya
Dengan adil itu anakkya dibunuh
Itulah Adalat yang benar dan sungguh
Dengan bedah antara isi alam
Ialah yang besar pada siang dan malam
Lagi pun yang menjauhkan segala syar
Imamu’ilhak di dalam kandang mansyar
Barang yang hak ta’ala katakan itu
Maka katanya sebenarnya begitu

Rubai (rubaiyat) adalah jenis puisi Melayu lama yang berasal dari sastra Arab-Parsi. Setiap baitnya terdiri atas empat larik dan berskema rima a-a-b-a dan berisi tentang nasihat, puji-pujian, atau kasih sayang.

Contoh:

Subhanahu Allah apa segala hal manusia
Yang tubuhnya dalam tanah jadi duli yang sia
Tanah ini kujadikan tubuhnya kemudian
Yang ada dahulu padanya terlalu mulia


Kit’ah adalah jenis puisi Melayu lama yang berasal dari sastra Arab-Parsi. Setiap bait terdiri dari lima baris, lebih mirip syair, sajak kurang beraturan dan kalimatnya panjang-panjang.

Contoh:

Jikalau kulihat dalam tanah pada ihwal sekalian isan,
Tiada kudapat bedakan pada antara rakyat dan sultan,
Fana juga sekalian yang ada, dengarkan yang Allah berfirman,
Kullu man’alaiha fanin, yaitu,
Barangsiapa yang di atas bumi ini fana jua.

Gazal adalah jenis puisi Melayu lama yang berasal dari sastra Arab-Parsi. Setiap bait terdiri dari delapan larik dan tiap lariknya berakhiran dengan kata yang sama; berisi seputar asmara.

Contoh

Kekasihku seperti senyawa pun adalah terkasih dan mulia juga
Dan nyawaku pun, mana daripada nyawa itu jauh ia juga
Jika 1000 tahun lamanya pun hidup ada sia-sia juga
Hanya jika pada nyawa itu hampir dengan sedia suka juga
Dan menghilangkan cintanya pun itu kekasihku yang setia juga

Syair adalah jenis puisi Melayu lama yang berasal dari Arab-Parsi. Biasanya setiap bait terdiri dari empat larik, ber-rima a-a-a-a.

Syair banyak dipakai untuk bercerita yang mengandung unsur mitos maupun sejarah. Misalnya: Syair Panji Semirang, Syair Ratu Mambang Jauhari, Syair Singapura Dimakan Api, dan lain-lain; atau juga berisi tentang ajaran filsafat/agama.(misal. Syair Perahu karya Hamzah Fansuri).

Contoh penggalan syair:

Rahman dan Rahim keduanya sifat
Membawa suka menguraikan nikmat
Melengkapi sekalian laut dan darat
Besar dan kecil dunia akhirat
.................

Download Novel Sastra
Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook