Showing posts with label Musikalisasi Puisi. Show all posts
Showing posts with label Musikalisasi Puisi. Show all posts

Wednesday, May 05, 2010

Musikalisasi Puisi: Hujan Dalam Komposisi 1

HUJAN DALAM KOMPOSISI (I)

Sapardi Djoko Damono

Photobucket“Apakah yang kautangkap dalam suara hujan,
Dari daun-daun bugenvil basah yang teratur
Mengetuk jendela?Apakah yang kau tangkap
Dari bau tanah, dari ricik air
Yang turun di selokan?”


Ia membayangkan hubungan gaib antara tanah
Dan hujan, membayangkan rahasia daun basah
Serta ketakutan yang berulang




“Tidak ada. Kecuali bayang-bayangmu sendiri
Yang di balik pintu memimpikan ketukan itu,
Memimpikan sapa pinggir hujan, memimpikan
Bisik yang membersit dari titik air


Menggelincir dari daun dekat jendela itu
Atau memimpikan semacam suku kata
Yang akan mengantarmu tidur.”


Barangkali sudah terlalu sering ia
Mendengarnya, dan tak lagi mengenalnya



Mau dengar/download musikalisasi puisi ini MP3?
Silakan KLIK di sini

Tuesday, May 04, 2010

Musikalisasi Puisi Sajak-Sajak Empat Seuntai

SAJAK-SAJAK EMPAT SEUNTAI

Sapardi Djoko Damono



/1/
kukirim padamu beberapa patah kata
yang sudah langka....
jika suatu hari nanti mereka mencapaimu,
rahasiakan, sia-sia saja memahamiku.



/2/
ruangan yang ada dalam sepatah kata
ternyata mirip rumah kita:
ada gambar, bunyi, dan gerak-gerik di sana -
hanya saja kita diharamkan menafsirkannya.


/3/
bagi yang masih percaya pada kata:
diam pusat gejolaknya, padam inti kobarnya -
tapi kapan kita pernah memahami laut ?
memahami api yang tak hendak surut ?


/4/
apakah yang kita dapatkan di luar kata :
taman bunga ? ruang angkasa ?
d taman, begitu banyak yang tak tersampaikan
di angkasa, begitu hakiki makna kehampaan.

/5/
apa lagi yang bisa ditahan ? beberapa kata
bersikeras menerobos batas kenyataan -
setelah mencapai seberang, masihkah bermakna,
bagimu, segala yang ingin kusampaikan ?

/6/
dalam setiap kata yang kaubaca selalu ada
huruf yang hilang -
kelak kau pasti akan kembali menemukannya
di sela-sela kenangan penuh ilalang.

(Sapardi, 1989)

Mendengarkan / Download Musikalisasi Puisi ini MP3

Monday, May 03, 2010

Musikalisasi Puisi Emha: Puisi Rindu

PUISI RINDU

Emha Ainun Nadjib

Akan ke manakah angin melayang
Tatkala turun senja yang muram
Kepada siapa lagu kuangankan
Kelam dalam kalbu rindu tertahan

Datanglah engkau berbaring di sisiku
Turun dan berbisik dekat di batinku
Kuingin menjerit dalam pelukanmu

Sampai di manakah berarak awan
Bagi siapa mata kupejamkan
Pecah bulan dalam ombak lautan
Dahan-dahan di hati bergetaran

Download / mendengarkan musikalisasi puisi ini MP3

Musikalisasi Puisi Bagimana Mungkin Kau Berkata

BAGAIMANA MUNGKIN KAU BERKATA


Sapardi Djoko Damono
Bagaimana mungkin kau berkata bahwa kaulah matahari
sedang matahari menghidupi pepohonan: menguapkan
air dari tempat-tempat yang jauh, membubungkannya
ke langit yang akan menebarkan kembali ke bumi.
Terciptalah musim basah, hingga akar-akar itu
mudah menghisap tanah.

Bagaimana mungkin kau berkata bahwa kaulah matahari
sedang matahari menapasi pepohonan: dengan cahaya
ditegakkannya daun-daun, dirawatnya batang dan
ranting-rantingnya dengan semacam cinta. Ia pun
tumbuh berkembang lalu berbuah.

Bagaiman mungkin kau berkata bahwa kau bukan matahari
sedang panasmu menggugurkan daun-daun, memisahkannya
dari ranting tempatnya bergantung.


Download / mendengarkan musikalisasi puisi ini mp3

Musikalisasi Puisi Sapardi: Jarak

JARAK

Sapardi Djoko Damono

dan Adam turun di hutan-hutan
mengabur dalam dongengan
dan kita tiba-tiba di sini
tengadah ke langit: kosong-sepi






Download musikalisasi puisi ini MP3

Musikalisasi Puisi Sapardi: Dalam Sakit

DALAM SAKIT

Sapardi Djoko Damono

waktu lonceng berbunyi
percakapan merendah, kita kembali menanti-nanti
kau berbisik: siapa lagi akan tiba
siapa lagi menjemputmu berangkat berduka


di ruangan ini kita gaib dalam gema. Di luar malam hari
mengendap, kekal dalam rahasia
kita pun setia memulai percakapan kembali
seakan abadi, menanti-nanti lonceng berbunyi

Mau dengar / download musikalisasi puisi ini MP3
Silakan KLIK di sini

Musikalisasi Puisi Sapardi: Ketika Kau

KETIKA KAU

Sapardi Djoko Damono

ketika kau entah dimana dalam nadiku
kusaksikan derap suara itu
belum pernah kukenal sebelumnya
cuaca tersirat begitu tiba-tiba
ketika kau entah dimana dalam urat darahku
kudengar lengking suara itu
seperti asing rasanya
matahari senja tak ingin tenggelam diufuk sana



Mau dengar / download musikalisasi puisi ini MP3

Musikalisasi Puisi Sapardi: Karena Kata

KARENA KATA

Sapardi Djoko Damono

Karena tak dapat kutemukan
kata yang paling sepi
Kutelantarkan hati sendiri

Karena tak dapat kuucapkan
kata yang paling rindu
kubiarkan hasrat terbelenggu

Karena tak dapat kuungkapkan
Kata yang paling Cinta
Kupasrahkan saja dalam do'a


Mau dengar atau download musikalisasi puisi ini
Silakan KLIK di sini

Musikalisasi Puisi Sapardi: Pada Suatu Pagi

PADA SUATU PAGI HARI

Sapardi Djoko Damono

Maka pada suatu pagi hari, ia ingin sekali menangis
sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu
ia ingin pagi itu, hujan turun rintik-rintik
dan lorong sepi
agar ia bisa berjalan sendiri saja
sambil menangis
dan tak ada orang bertanya kenapa

ia tidak ingin menjerit-jerit
berteriak-teriak
mengamuk
memecahkan cermin
membakar tempat tidur

ia hanya ingin menangis lirih saja
sambil berjalan, sendiri
dalam hujan rintik-rintik
di lorong sepi
pada suatu pagi

Mau dengar / download musikalisasi puisi ini MP3
Silakan KLIK di sini

Musikalisasi Puisi Sapardi: Pada Suatu Hari Nanti

PADA SUATU HARI NANTI
Sapardi Djoko Damono

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau tak akan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau tak akan letih-letihnya kucari

Mau dengar atau download musikalisasi puisi ini?
Silakan KLIK di sini

Musikalisasi Puisi Kepada Istriku

KEPADA ISTRIKU

Sapardi Djoko Damono

Pandanglah yang masih sempat ada…
Pandanglah aku: sebelum susut dari Suasana…
Sebelum pohon-pohon di luar tinggal suara…
Terpantul si dinding-dinding gua…
Pandang dengan cinta…



Meski segala pun sepi tandanya waktu kau bertanya-tanya,



Bertahan setia langit mengekalkan warna birunya…
Bumi menggenggam seberkas bunga, padamu semata…


Mau dengar atau download musikalisasi puisi ini MP3
silakan KLIK di sini

Musikalisasi Puisi Sajak Putih Chairil Anwar

SAJAK PUTIH
(bat tunanganku Mirat)
Chairil Anwar

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagimu menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah

Buat Miratku, Ratuku! Kubentuk dunia sendiri
Dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kecuplah aku terus, kecuplah
Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku

Mau Download  atau Dengar musikalisasi puisi ini MP3 ?

Musikalisasi Puisi Sehabis Hujan

SEHABIS HUJAN

Tak ada yang kekal di bumi
Semua kembali padaNya
Tanah merah...
Bayang-bayang pohonan
Serpihan bunga juga sehimpun doa

Angin bertiup perlahan
Sebuah ruang terasa sunyi di dada
Selebihnya sisa butiran airmata
Berkilat di punggung waktu!



Mau dengar atau download musikalisasi puisi ini MP3?
Silakan KLIK di sini

Sunday, May 02, 2010

Musikalisasi Puisi Sapardi Metamorfosis

METAMORFOSIS

Sapardi Djoko Damono

Ada yang sedang menanggalkan pakaianmu satu demi satu
mendudukkanmu di depan cermin dan membuatmu
bertanya, "tubuh siapakah gerangan yang kukenakan ini?"

Ada yang sedang diam-diam menulis riwayat hidupmu
menimbang-nimbang hari lahirmu, mereka-reka
sebab-sebab kematianmu...

Ada yang sedang diam-diam berubah menjadi dirimu.


Mau dengar? Download?
Musikalisasi puisi ini MP3?

Musikalisasi Puisi: Hujan, Jalak, dan Daun Jambu

Hujan, Jalak, dan Daun Jambu

Sapardi Djoko Damono



Hujan turun semalaman. Paginya jalak berkicau dan daun jambu bersemi;
Mereka tidak mengenal gurindam dan peribahasa, tapi menghayati adat kita yang purba

Tahu kapan harus berbuat sesuatu, agar kita manusia, merasa bahagia.
Mereka tidak pernah bisa menguraikan hakikat kata-kata mutiara,
Tapi tahu kapan harus berbuat sesuatu, agar kita merasa tidak sepenuhnya sia-sia


Mau dengar atau download musikalisasi puisi ini MP3
Silakan KLIK di sini

Musikalisasi Puisi: Kuhentikan Hujan Sapardi

KUHENTIKAN HUJAN

Sapardi Djoko Damono

Kuhentikan hujan. Kini matahari
merindukanku, mengangkat kabut pagi perlahan -
ada yang berdenyut
dalam diriku:
menembus tanah basah,
dendam yang dihamilkan hujan
dan cahaya matahari

Tak bisa kutolak matahari
memaksaku menciptakan bunga-bunga.

(1980)

Mau dengar / download musikalisasi puisi ini MP3?
Silakan KLIK di sini

Musikalisasi Puisi Katu Pos Bergambar Jembatan Golden Gate

KARTU POS BERGAMBAR JEMBATAN 
GOLDEN GATE SAN FRANCISCO
Sapardi Djoko Damono



Kabut yang likang

dan kabut yang pupuh…

Lekat dan gerimis pada tiang-tiang jembatan…

Matahari menggeliat dan kembali gugur

tak lagi di langit berpusing

di perih lautan…


mau DENGAR?
mau DOWNLOAD musikalisasi puisi ini MP3?



Saturday, May 01, 2010

Musikalisasi Puisi Sajak Kecil tentang Cinta

SAJAK KECIL TENTANG CINTA

Sapardi Djoko Damono

mencintai angin harus menjadi siut

mencintai air harus menjadi ricik

mencintai gunung harus menjadi terjal

mencintai api harus menjadi jilat

mencintai cakrawala harus menebas jarak

mencintaiMu harus menjadi aku


Mau DENGAR atau download musikalisasi puisi ini MP3

Musikalisasi Puisi Dalam Sakit

DALAM SAKIT
Sapardi Djoko Damono

waktu lonceng berbunyi
percakapan merenda
kita kembali menanti-nanti
kau berbisik,
siapa lagi akan tiba?
siapa lagi menjemputmu
berangkat berduka?

di ruangan ini
kita kait dalam gema
di ruang malam hari
merenda keadaan rahasia
kita pun setia memulai percakapan kembali
seakan abadi menanti-nanti
lonceng berbunyi

Download / Dengar Musikalisasi Puisi ini MP3

Musikalisasi Puisi Sapardi: di Restoran

DI RESTORAN

Sapardi Djoko Damono

Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput --
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu di tengah sungai terjal yang deras --

kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu.

[1989]




Dengar atau download musikalisasi puisi ini MP3?
Silakan KLIK di sini


Download Novel Sastra
Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook