Thursday, March 12, 2009

Taufiq Ismail: Aku ingin menulis puisi

Aku ingin menulis puisi, yang

Taufiq Ismail

Aku ingin menulis puisi, yang tidak semata-mata berurusan dengan cuaca, warna, cahaya, suara, dan mega.

Aku ingin menulis syair untuk kanak-kanak yang melompat-lompat di pekarangan sekolah, yang main gundu dan petak umpet di halaman rumah, yang menangis karena tidak naik kelas tahun ini.

Aku ingin menulis puisi yang membuat orang berumur 55 serasa 25, yang berumur 24 merasa 54 tahun, di manapun mereka membacanya, bagaimanapun mereka membacanya: duduk atau berbaring.

Aku ingin menulis puisi untuk penjual rokok kretek, tukang jahit kemeja, penanam Lombok dan bawang perai, penambang sampan di sungai, penulis program computer dan disertasi ilmiah bedah, sehingga mereka berhenti sekejap dari kerja mereka dan sempat berkata: hidup ini, lumayan indah.

Aku ingin menulis syair buat pensiunan-pensiunan guru SD, pelamar-pelamar lowongan kerja, para pelanggan rumah gadai, plonco-plonci negri dan swasta, pasien-pasien penyakit asma dan kencing gula serta penganggur-penganggur sarjana sehingga bila mereka baca beberapa baris sajakku, mereka bicara: hidup di Indonesia, mungkin harapan masih ada.

Aku ingin menulis sajak yang penuh proteina, sekedar zat kapur, belerang serta vitamina utama, sehingga puisi-puisiku ada sedikit berguna bagi kerja dokter-dokter umum, dokter hewan, insyinur pertanian dan peternakan.

Aku ingin menulis puisi bagi para pensiunan yang pensiunnya dipersulit otorisasinya, tahanan politik dan kriminal, siapa juga yang tersiksa, sehingga mereka ingat bahwa keadilan tak putus diperjuangkan.

Aku ingin menulis sajak yang membuat orang ingat pada Tuhan di waktu senang, senang yang sedang-sedang atau berlebihan.

Barangkali aku tidak bias menulis demikian.
Tapi aku kepingin menuliskannya.
Aku ingin.

Aku ingin menulis puisi yang bias dibidikkan tepat pada tubuh kehidupan, menembus selaput lender, jaringan lemak, susunan daging, pembuluh darah arteri dan vena, mengetuk tulang dan membenam sumsum, sehingga perubahan fisika dan kimiawi, terjadi.

Aku ingin menulis puisi di buku catatan rapat-rapat Bappenas, pada agenda muktamar mahasiswa, surat-surat cinta muda-mudi Indonesia, pada kolom kiri lembaran wesel yang tiap bulan dikirimkan orang tua pada anaknya yang sekolah jauh di kota.

Aku ingin menulis syair pada cetak-biru biro-biro arsitek, pada paying penerjun terkembang di udara, pada iklan-iklan jamu bersalin, pada tajuk rencana Koran ibukota dan pada lagu pop anak-anak muda.

Aku ingin menulis sekali lagi puisi mengenang Jendral Sudirman yang berparu-paru satu, serta tentang sersan dan prajurit yang terjum malam di Irian Barat kemudian tersangkut di pepohonan raksasa atau terbenam di rawa-rawa malaria.

Aku ingin menulis syair yang mencegah kopral-kopral tak pernah bertempur agar berhenti menempelengi sopir-sopir oplet yang tarikannya payah.

Aku ingin menulis sajak ambisius yang bias menghentikan perang-saudara dan perang-tidak saudara, puisi konsep gencatan senjata, puisi yang bias membatalkan pemilihan umum, menambal birokrasi, menghibur para pengungsi dan menyembuhkan pasien-pasien psikiatri.

Aku ingin menulis seratus pantun buat kanak-kanak berumur lima dan sepuluh tahun hingga bila dibacakan buat mereka, maka mereka tertawa-tawa dan gigi mereka yang putih dan rata jelas kelihatan.

Aku ingin menulis puisi yang menyebabkan nasi campur dimakan serasa hidangan hotel-hotel mahal dan yang menyebabkan petani-petani membatalkan niat naik haji dengan menggadaikan sawah dan perhiasan emas sang istri.

Aku ingin menulsi puisi tentang merosotnya pendidikan, tentang nabi Adam, keluarga berencana, sepur, Harakiri, lembah Anai, Amirmcahmud, Piccadilly Circus, taman kanak-kanak, Opsus, Raja Idrus, nasi gudeg, kota Samarkand, Raymond Westerling, Laos, Emil Salim, Roxas Baulevard, Dja’afar Nur Aidit, modal asing, Checkpoint Charlie, Zaenal Zakse, utang $ 3 milyard, pelabuhan Rotterdam, Champ Elysses dan bayi ajaib, semuanya disusun kembali menurut urutan abjad.

Aku ingin menulis puisi yang mencegah kemungkinan pedagang-pedagang jepang merampoki kayu-kayu rimba di Kalimantan, melarang penggali-penggali minyakdan penanam modal mancanegara menyuapi penguasa-penguasa yang lemah iman, dan melarang sogokan uang pada pejabat bea-cukai serta pengadilan.

Aku ingin menggubah syair yang menghapuskan dendam anak-anak yatim piatu yang orang tua dan paman-bibinya terbunuh pada waktu pemberontakan komunis yang telah silam.

Barangkali aku tidak sempat menuliskannya semua.
Tapi aku ingin menulis puisi-puisi demikian.
Aku ingin.

Download puisi ini? Klik di sini

1 comments:

Kenyataan adalah mimpi yang diekstrak dari harapan dan di panggang dalam api kerja keras... makasih inspirasinya... aku pengen seperti itu juga..

Post a Comment

Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook