Monday, October 19, 2009

Hikayat Ahmad Muhammad

SERANGGA BAYU DAN PUTRI BUNGSU DI PULAU BIRAM DEWA


Dua orang anak muda bersaudara, Ahmad dan Muhammad, mempunyai seekor burung. Seorang saudagar mengetahui khasiat burung itu, yakni barang siapa memakan kepalanya akan menjadi raja dan barang siapa memakan hatinya, akan menjadi menteri. Ketika ayah Ahmad dan Muhammad pergi ke negeri lain berniaga, saudagar itu dapat membujuk ibu mereka itu, supaya burung itu disembelih dan dimasak. Ahmad dan Muhammad pulang dari bermain-main. Ahmad memakan kepala burung itu dan Muhammad memakan hatinya. Setelah saudagar itu mengetahui hal itu kemudian, disuruhnya orang mencari kedua anak muda itu. Inang pengasuh mereka memberitahukan hal itu kepada mereka dan menyuruh mereka melarikan diri.

Setelah beberapa lamanya Ahmad dan Muhammad berjalan, berhentilah mereka itu di sisi hutan dan tertidurlah keduanya. Kebetulan rakyat negeri Sela Gangga melepaskan seekor gajah kesaktian untuk mencari raja pengganti yang sudah mangkat. Gajah itu menjulang Ahmad dan anak muda itu pun diangkatlah jadi raja di Sela Gangga.

Setelah Muhammad bangun, dilihatnya saudaranya tidak ada lagi

Diikutnya tapak gajah itu dan sampailah ia ke rumah nenek kebayan. Perempuan itu memperkenalkannya kepada Putri Bungsu, anak perdana menteri (Putri Sulung telah dikawinkan dengan Sultan Ahmad, raja yang baru itu)

Serangga 1) Bayu mengambil kulit kesaktiannya lalu berkata demikian, "Hai kulit, terbangkanlah aku serta nenekku dengan segala barang-barangku ini kepada sebuah taman, yaitu taman tuan Putri Bungsu." Pada ketika itu juga diterbangkannyalah mereka kedua serta dengan barang-barangnya lalu sampailah ke taman itu. Putri adalah ia sedang bermain-main dengan segala dayang-dayangnya, bersenda gurau sambil memungut bunga-bungaan dan memetik buah-buahan yang masak. Sekonyong-konyong hadirlah Serangga Bayu serta nenek kebayan2) di hadapan tuan Putri Bungsu. Terkejutlah putri itu sambil berkata, "Ya nenek, sebagaimana nenek datang kemari bersama-sama dengan orang muda ini?"

Sembah nenek kebayan, "Entah sebagaimana hamba sampai kemari, tahu-tahu telah ada di sini. Inilah pacal 3) tuanku, cucu nenek yang bernama Serangga Bayu; silakanlah tuanku bertanyakan hal yang ajaib itu kepadanya."

Serangga Bayu duduk di tanah sambil menyembah dan berdatang sembah, "Ya Tuanku, tuan putri, adapun hamba tuanku kedua datang kemari ini dengan hikmat kesaktian kulit ini, diterbangkannya, pada sesaat itu juga sampailah."

Putri pun sangatlah heran mendengar hal demikian itu. Putri matanya tiada terlepas lagi daripada Serangga Bayu sambil berpikir, "Tiada bersalahan rupanya, serupa benar dengan rupa orang muda yang kulihat di dalam mimpiku itu jua."

Kemudian tuan putri pun menyorongkan puannya yang keemasan kepada Serangga Bayu seraya berkata, "Silakanlah makan sirih, orang muda."

Serangga Bayu menyembah lalu disambutnya akan puan itu dan dijunjungnya. Setelah itu makanlah ia sirih, sambil bercakap-cakap. Berapa lamanya bercakap-cakap itu Serangga Bayu berdatang sembah, sembahnya, "Ya Tuanku, jikalau berkenan kepada tuanku, tuanku hendak hamba persilakan pergi bermain-main kepada sebuah pulau, yang bernama Biram 4) Dewa itu."

Kata putri itu, "Baiklah, tetapi sebagaimana kita pergi ke sana? Sebab jauh agaknya pulau Biram Dewa itu."

Sembah Serangga Bayu, "Jauh juga pulau itu, Tuanku; tetapi tiada mengapa, insya Allah, jikalau dengan kesaktian kulit ini, dengan seketika juga sampailah ke situ."

Setelah itu berangkatlah mereka itu sekaliannya. Pada sesaat itu juga sampailah ke pulau Biram Dewa. Tuan Putri Bungsu pun sangatlah heran sambil berkata, "Aduh orang muda, di manatah kita ini?"

Sembah Serangga Bayu, "Inilah pulau Biram Dewa namanya, Tuanku. Pulau ini khasiatnya, seorang pun tiada boleh sampai kepadanya, sahaja dengan kehendak Allah Subhanahu wataala menunjukkan kekayaannya kepada hamba." Serangga Bayu mengambil bokca kesaktian itu, lalu dicitanya; adalah di dalamnya segala jenis makan-makanan yang lazat citarasanya, dengan tiada putus-putusnya berisi, seberapa juga banyaknya orang yang makan itu. Sembah Serangga Bayu kepada tuan putri Bungsu, "Silakanlah tuanku santap nikmat, barang-barang yang tuanku kehendaki adalah di dalam bokca ini." Tuan Putri pun membuka bokca itu, dilihatnya adalah berbagai-bagai nikmat makanan, lalu santaplah putri sambil mengucap, "Astagfirullah!" oleh karena herannya melihat hal yang demikian itu. Setelah sudah santap, tuan putri pergi mandi pada sebuah kolam, diiringkan oleh nenek kebayan serta dayang-dayangnya sekalian itu. Turunlah segala mereka itu mandi, dengan senda guraunya. Setelah sudah mandi berjalan-jalanlah tuan putri bertiga dengan dayang-dayangnya, Dang Lela 5) Seganda 6) dan Dang Mangurna 7) mengelilingi sebuah taman di pulau itu, melihat segala tanam-tanaman dan buah-buahan, berbagai bunga-bungaan yang ada di dalam taman itu. Berapa lamanya berjalan-jalan itu dilihat oleh kedua dayang, adalah putri berdiam serta dengan masygul rupanya. Dayang-dayang itu pun berdatang sembahlah, "Ya Tuanku, mengapakah Tuanku tiada hendak berkata-kata melainkan masygul rupa Tuanku ini? Adakah barang suatu hal yang memberi khawatir yang Tuanku pikirkan?"

Kata putri, "Aduhai, dayang-dayangku, beta ini lagi memikirkan kepandaian Serangga Bayu. Ajaib sebesar-besar ajaib! Dengan kehendaknya diterbangkannya kita sekalian oleh kulit kesaktian itu ke mari, dalam sesaat juga sampailah. Alangkah jauhnya pulau ini dengan negeri.kita. Khawatirlah sangat beta, kalau-kalau kita ini diterbangkannya pula ke mana-mana entah, dan tiada dibawanya pulang ke negeri kita pada hari ini. Jikalau demikian itu kejadiannya, sesungguhnya berdukacitalah paduka ayahanda dan bunda, dan entah apa pula dipikirkannya tentang kelakuan beta ini."

Sembah kedua dayang, "Ya, Tuanku, benarlah seperti kata Tuanku itu. Pikiran hamba Tuanku, kedua ini demikian juga. Hendak pun hamba persembahkan tadi, takut kalau-kalau dimurkai akan hamba."

Kata putri itu, "Betapa akal kita supaya boleh terlepas daripada kesukaran ini?" Sembah dayang-dayang itu, "Pada pikiran hamba baiklah kita ambil kulit itu dan kita cita, supaya kita sekalian ini bersama-sama dengan nenek kebayan diterbangkannya pula ke negeri kita."

Dalam berkata-kata demikian itu sambil berjalan-jalan sampailah mereka itu kepada suatu tempat; di situ ada sebuah batu yang besar di sisi jalan. Batu itu pun adalah seolah-olah terselit pada antara dua batang pokok kayu yang amat rindang. Kata Putri Bungsu, Hai dayang-dayangku, beta ingin amat hendak berhenti di sini sejurus akan melepaskan lelah." Menepilah putri menghampiri batu lalu naiklah ke atasnya hendak duduk. Setelah sampailah ke atas batu, sangat terkejut tuan putri, karena terpandang ia akan seorang laki-laki tidur di atas batu itu. Serta diamat-amatinya dikenalnya, bahwa laki-laki yang tidur itu Serangga Bayu Oleh putri itu diisyaratinya dengan tangannya akan dayang-dayang itu supaya hampir kepadanya. Dayang-dayang itu pun hampirlah kepada tuannya, lalu ditunjukkannya orang yang tidur itu kepada mereka kedua seraya berkata berbisik-bisik, katanya, "Lihatlah elok dan manisnya paras Serangga Bayu ini! Seorang manusia yang demikian rupanya ini, tiadalah ia berkhasiat sehingga sampai hati akan berbuat khianat seperti yang kita sangkakan tadi itu. Segan rasa hati beta berbuat yang kamu bicarakan itu, yaitu meninggalkan orang muda ini di sini dengan seorang dirinya."

Sembah dayang-dayang, "Ya tuanku, jikalau hamba tuanku pikirkan, benar juga seperti kata tuanku. Akan tetapi di dalam hal seorang perempuan muda memeliharakan namanya, janganlah menilik roman orang, melainkan hatinya juga patut diperiksa benar-benar. Hati orang muda ini belum terduga oleh kita, sebab lagi baharu kita mengenal dia. Sebagai lagi, apa yang dikhawatirkan meninggalkan orang muda ini di sini? Makanan ada. Masakan ia kekurangan selagi ada bokca kesaktian padanya, dan akan orang yang bijaksana, tak dapat tiada mudahlah ia melepaskan dirinya daripada terbuang di pulau ini. Dalam pada itu pun, mana-mana kehendak Tuanku hamba turut, sekadar hamba mempersembahkan nasihat juga." Demi didengar oleh tuan Putri Bungsu akan perkataan dayang-dayang keduanya itu demikian, putri pun berdiam dirilah sejurus panjang sambil berpikir di dalam hatinya "Benar pula seperti kata dayang-dayang kepercayaanku ini."

Setelah itu kata Putri Bungsu, "Baiklah, apa boleh buat." Sembah dayang-dayang itu pula, "Jikalau sungguh tuanku menghendaki yang demikian itu, inilah musimnya yang baik kita pulang sementara Serangga Bayu ini lagi tidur," Berjalanlah ketiganya itu cepat-cepat pulang ke tempat perhentian tatkala baharu datang ke pulau itu. Nenek kebayan dan segala pengiring tuan putri pun adalah sekaliannya di situ. Putri itu berkata, "Hai Nenek dan kamu sekalian, marilah kita pulang dengan kulit kesaktian ini."

Sembah nenek kebayan, "Ya Tuanku, nantilah apalah kiranya dahulu sebentar, biar nenek mencahari Serangga Bayu. Entah ke mana perginya budak itu. Tadi nenek lihat ia berjalan menuju ke hutan itu." Kata Dang Lela Seganda dan Dang Lela Mengurna, "Ya Nenek, puaslah sudah kami mencahari cucu nenek pada segenap tempat yang dekat-dekat di pulau ini, tiada juga bertemu dengan dia. Biarlah ia kita tinggalkan di sini dahulu, tiada mengapa, orang bijaksana, mustahil tiada dapat mencahari akal supaya boleh ia pulang dengan sendirinya. Janganlah nenek khawatir, selagi ada padanya bokca kesaktian dan panah kesaktian, niscaya tiadalah akan mati kelaparan ia, dan dapatlah ia memeliharakan dirinya daripada barang musuh." Setelah didengamya oleh nenek kebayan akan segala perkataan kedua dayang, kata nenek kebayan sambil menangis, bercucuran air matanya, "Jikalau demikian juga pikiran tuanku Tuan Putri, relalah hamba mengikut pulang dengan meninggalkan cucu hamba. Hamba serahkanlah ia kepada Allah subhanahu wataala, mudah-mudahan dipeliharakannya daripada segala malapetaka." Setelah itu berangkatlah segala mereka itu, diterbangkan oleh kulit kesaktian itu, pulang ke negeri Sela 8) Gangga 9) pada seketika itu juga sampailah.

(Hikayat Ahmad Muhammad).

Download Hikayat ini KLIK di SINI

Catatan
Hikayat Ahmad dan Muhammad ada juga yang disebut Hikayat Serangga Bayu. Sebuah naskah diterbitkan di Singapura. Naskah yang lain dikeluarkan oleh A.F. von Dewall dengan huruf Latin dengan mengubah namanya, yaitu Sukarna dan Sukarni. Dari naskah itulah diambil kutipan ini.
Cerita Ahmad dan Muhammad ada juga dalam bahasa Jawa.
  1. 1. Puncakgunung tanduk.
  2. 2. Perempuan tua yang seringkali tersebut dalam hikayat Melayu. Dalam cerita-cerita Sunda yang disebut Kebayan (seorang yang bebal dan lucu) bukan perempuan, tetapi laki-laki. Asal nama itu belum pasti, boleh jadi baja (umur, tua). Di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang disebut kebayan ialah suruhan kepala desa orang yang termasuk golongan tua di desa itu.
  3. 3. Hamba.
  4. 4. Gajah.
  5. 5. Permainan, senda gurau.
  6. 6. Ganda = harum; seganda = sigandi= Nama-nama bunga; gandasuli, gandarusa dan lain-lain.
  7. 7. Asal katanya= urna = oma = urono = rona = warna.
  8. 8. Daerah; kalau asalnya syaila, maka artinya gunung.
  9. 9. Nama sungai yang besar itu di India.


0 comments:

Post a Comment

Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook