Friday, March 19, 2010

Chairil Anwar Memilih Kesunyian

Chairil yang Tak Sapadan dan Sia-sia
(lanjutan apresiasi puisi chairil anwar)


Dalam sajak Tak Sepadan, yang dituliskan pada bulan yang sama dengan sajak Diponegoro, Chairil menentukan pilihannya. Dia berkata: "kau kawin, beranak dan berbahagia / Sedang aku mengembara serupa Ahasveros". Chairil menolak ikatan, dia memilih kesunyian. Dan putusan ini bukan tanpa dia pikir masak-masak sebelumnya.


Tak Sepadan

Aku kira
Beginilah nanti jadinya
kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros

Dikutuk-disumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu jua pintu terbuka

Jadi baik juga kita pahami
Unggunan api ini
Karena kau tidak 'kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka

Februari 1943

Dia tahu apa yang akan jadi nasibnya. "Aku merangkai dinding buta / Tak juga pintu terbuka", katanya melukiskan apa yang akan terjadi pada dirinya dengan memilih jalan tersebut.

Ini diperkuat lagi pada sajaknya yang berikut, yang juga dituliskan pada bulan yang sama, Sia-sia.

Sia-sia

Penghabisan kali ini kau datang
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan Suci
Kau terbarkan padaku
Serta pandang yang memastikan: untukmu
Lalu kita sama termangu
Saling bertanya: apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti

Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri

Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi
Februari 1943

Betapa menggoda kehidupan yang diidealisir seperti yang dilakukan oleh Diponegoro, dilukiskan oleh Chairil dalam sombol-simbol ikatan cinta dengan seorang gadis, yang memang memiliki persamaan dasar yang kuat. "Darah dan Suci / kau terbarkan depanku / Serta pandang yang memastikan: untukmu". Dan keputusan diambil -- dia memilih kehidupan ini sebagaimana adanya, tanpa mengidealisirnya. Ini artinya kesepian. Ini artinya kesunyian. Ini artinya penderitaan. Tapi Chairil tetap memilihnya, dan dia menista dirinya karena memilih yang itu. "Ah! Hatiku yang tak mau memberi / Mampus kau dikoyak-koyak sepi". Betapa beratnya pilihan itu bagi Chairil.

diambil dari: Chairil Anwar
Sebuah Pertemuan, Arief Budiman. hal. 23-24
Download postingan ini?

2 comments:

Sebuah pilihan yang juga sulit untuk kita.
Sepi, sunyia. Ia mengoyak sekaligus menempa. Apakah kita tak akan memilihnya?!

begoo dasar gatau apa" wakakakakkakakakak hahahahahaha

Post a Comment

Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook