Wednesday, May 12, 2010

Sinopsis Novel Pagar Kawat Berduri

Pagar Kawat Berduri

Novel karya Trisnojuwono ini berkisah tentang Herman dan Toto yang tertangkap oleh patroli tentara Belanda bersama-sama para pedagang pada waktu senja dalam perjalanan turun naik mendaki tebing curam menuju kota Ambarawa. Mereka dibawa ke Markas IV G untuk diperiksa.

Dalam pemeriksaan Herman dan Toto mengaku sebagai pelajar yang akan melanjutkan pelajaran ke Semarang. Sayang sekali ada seorang petugas markas yang mengetahui bahwa Herman dan Toto adalah anggota pejuang Republik Indonesia. Hal imi berakibat Herman dan Toto disiksa sampai babak belur, dan dimasukkan ke kamp berpagar kawat berduri di belakang penjara umum di Salatiga.

Di tahanan ini Herman dan Toto berjumpa dengan Pak Lurah yang ditahan karena membantu gerilyawan Republik. Selain itu ada lagi Parman yang telah mereka kenal sebagai teman seperjuangan.

Sersan Mayor Koenen komandan jaga kamp sifatnya sangat berlainan dengan petugas-petugas pemeriksa. Dia selalu berpegang teguh kepada kewajiban, kepada perikemanusiaan, dan tidak pernah membedakan pribumi dengan kulit putih. Tetapi pembantunya Sersan Boy tidak menyenangi sikap demikian.

Hubungan Parman dengan Koenen cukup baik, sampai-sampai surat pribadi Koenen diperlihatkannya kepada Parman. Beberapa kali Parman diajak Koenen bermain catur di tempatnya jaga. Ternyata Parman pemain catur yang baik dan dapat mengalahkan Koenen. Atas kemenangan Parman ini sangat menggembirakan Pak Lurah yang selalu menginginkan agar perjuangan kita selalu berhasil.

Hampir setiap hari para tawanan dibawa ke tempat bekerja di sebuah sungai untuk mengumpulkan dan mengambil batu-batu. Beberapa kali terlintas pada pikiran Toto hendak melarikan diri. Tapi hal itu tak mungkin dapat dilakukan karena tempat itu terbuka dan mudah diketahui penjaga.

Hampir Setiap malam Pak Lurah, Parman, Herman, dan Toto bercakap-cakap tentang upaya mereka untuk berjuang. Pembicaraan itu tak jarang berawal dari kemenangan Parman bermain catur dengan Koenen sebagai tentara Belanda.

Terlintas pada pikiran Pak Lurah betapa menggembirakan seandainya dapat bermenantukan Parman, seorang pejuang yang berani dan baik budi. Pak Lurah ingin menjodohkan Parman dengan anak gadisnya, Aminah. Hubungan antara Parman dengan Aminah pun terjalin setelah mereka sering berjumpa pada waktu Aminah menjenguk ayahnya di tahanan.

Parman dapat menyembunyikan catut yang didapatknya ketika terjadi perkelahian antara Boy dengan Hamid seorang tahanan lainnya. Dengan catut itu Parman menyuruh Herman dan Toto melarikan diri dengan memutuskan pagar kawat berduri, sekalipun Parman cemas juga karena khawatir penjaga kamp dapat mengetahui dengan lampu sorot yang terang benderang.

Pada malam yang direncanakan mereka lakukanlah usaha melarikan diri. Herman berhasil tetapi Toto tertembak dan meninggal. Sersan Boy marah kepada Koenen karena akibat keintimannya itulah para tawanan berani melarikan diri. Parman yang dituduh mendalangi peristiwa itu disiksa oleh Boy hingga mulut dan mukanya mengucur darah.

Lebih hebat dari siksaan terdahulu Parman mendapat hukuman tembak mati. Semua tahanan merasa sedih, lebih- lebih Pak Lurah atas nasib yang dialami Parman; Demikian juga Sersan Mayor Koenen yang menilai hukuman itu tidak berperikemanusiaan.

Sebelum komando Boy untuk menembak Parman diserukan, terdengar letusan di kamar Koenen. Ia bunuh diri dengan menembakkan senjatanya ke kepalanya. Kemudian tewaslah pula Parman oleh hukuman tembak yang terpaksa diterimanya.

Atas gugurnya Parman, Pak Lurah, dan semua tahanan di kamp pagar kawat berduri bertekat untuk melanjutkan perjuangan Parman.***

Download sinopsis ini KLIK di sini

2 comments:

Mohon ijin download. Terima kasih. Postingan di blog ini sangat membantu saya. Sering-sering diupdate ya. Salam

Ya, silakan saja sekiranya itu membantu dan bermanfaat. Sejauh ini, blog ini selalu ter-update kok. Silakan berkunjung setiap saat. Jangan sungkan-sungkan :)

Post a Comment

Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook