Thursday, August 18, 2011

Memahami Canting Arswendo Atmowiloto

Raden Ngabei Setrokusumo adalah seorang pengusaha batik tradisional yang mereknya Canting yang terletak di solo dan tiba-tiba membuat keluarganya terkejut. Bagaimana tidak, Raden Ngabei Setrokusumo adalah seorang keturunan keraton, yang kaya dan dihormati serta disegani oleh semua orang, namun memutuskan untuk menikah dengan wanita yang berasal bukan dari keluarga kraton yang miskin. Wanita yang hendak dinikahinya itu bernama tuginem. Tuginem adalah salah seorang buruh pabrik yang bekerja di batik tradisional milik Raden Ngabei Setrokusumo. Karena Tuginem hanyalah buruh seorang pabrik yang miskin dan bukan berasal dari keluarga keraton, dan bukan pula berasal dari keluarga priyayi seperti Raden Ngabei Setrokusumo, meskipun banyak mendapat tentangan dari keluaraga besar Raden Ngabei Setrokusumo mereka tetap melangsungkan pernikahan.

Orang tua tuginem sangat terkejut entah bagaimana perasaannya ketika Tuginem anaknya akan dijadikan istri oleh seorang Raden Ngabei Setrokusumo yang kaya dan berasal dari keluarga keraton yang sangat terhormat dan disegani banyak orang menikah dengan anaknya Tuginem karena Ia hanyalah seorang buruh batik yang secara turun temurun mengabdi pada keluarga Setrokusumo. Orang tua Tuginem hanya percaya bahwa mungkin memang sudah takdir yang digariskan Allah SWT sehingga membawa anak gadisnya menjadi seorang priyayi dan menjadi keluarga keraton yang kaya.

Setelah menikah rumah tangga Raden Ngabei setrokusumo dan Tuginem sangat harmonis dan keduanya sama-sama merasakan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga mereka.

Tuginem benar-benar mengabdi dirinya kepada suaminya karena ia merasa mendapatkan anugerah dari Allah yang maha kuasa. Setelah menjadi istri dari Raden Ngabei, Tuginem di panggil dengan nama ibu Bei. Dengan diam-diam ternyata Ibu Bei membantu uasaha batik yang didirikan oleh suaminya. Ia sangat bekerja keras membantu uasaha batik suaminya berkat kerja kerasnya, usaha batik yang mereknya Canting milik mereka berkembang pesat. Perkawinan antara Raden Ngabei dan Tuginem menghasilkan enam anak. Mereka adalah Wahyu Dewabrata anak pertama, kemudian berturut-turut Lintang Dewanti, lalu Bayu Dewasuni, kemudian lahir lagi Ismaya Dewa Kusuma, Wening Dewamurti, dan terakhir si bungsu Subandini Dewa Putri yang kerap di panggil dengan sebutan Ni. Ibu Bei dan raden Ngabei memiliki banyak anak dan Ibu Bei menjadi wanita karier, meskipun demikian Ibu Bei tidak pernah meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Dia tetap ada waktu dan senantiasa melayani anak-anakny yang membangggakan karena Ibu Bei sangat sayang pada mereka. IBu Bei berhasil mengeban wangsit sang Maha Pencipta. Bagi Bu Bei, Pak Bei adalah sosok seorang pelindung. Bu Bei sangat percaya bahwa perlindungannya akan selalu mendatangkan kebaikan. Oleh sebab itu, Ibu Bei pun merasa berkewajiban untuk menyediakan perlindungannya benar-benar kukuh kuat sebagai tonggak keluarga. Kesadaran ini pula yang menyebabkan Bu Bei harus mampu mengatur segala pengeluaran dan pemasukan yang memungkinkan sang pelindung tetap berdiri kokoh sbagai tonggak keluarga. Kegiatan ini dilakukan secara diam-diam oleh istrinya tanpa campur tangan dari suaminya. Tempat basis Ibu Bei adalah pasar klewer. Tetapi, kekuatan Ibu Bei dalam mengurus usaha batiknya dan mengurus kehidupan rumah tanggany semakin lama semakin berkurang akibatusianya yang semakin bertambah dan sudah tua. Kelincahannya dalam menangani pedagang di pasar klewer Solo, tepat Ia menjajakan batik Cantingnya mulai menurun, padahal batik canting produk merk mulai mendapat saingan berat dari produk prabik besar dan modern.

Subandini Dewa Putri, putri bungsu Raden Ngabei dan ibu Bei merasa tergugah hatinya untuk mengambil alih usaha tersebut karena ia melihat usaha batik Canting milik orang tuanya mulai semakin menurun dan memiliki banyak saingan. Subandini Dewa Putri ingin membangkitkan kembali usaha keluarganya namun niatnya untuk mengembangkan batik Canting milik keluargany ditentang oleh semua kakanya dan akibatnya terjadi perselisihan diantara mereka. Tetapi perselisihan diantara mereka dapat diselesaikan oleh Raden Ngabei dengan penuh bijaksana dan kewibawaan dan tidak lama kemudian istri Raden Ngabei atau disebut Ibu Bei telah meninggal dunia. Anak bungsu dari Raden Ngabei dan almarhumah Ibu Bei yaitu Subandini Dewa Putri yang biasanya di panggil dengan sebutan Ni mengambil alih usaha bati Canting. Dengan penuh semangat Ni berusaha melakukan persaingan dengan batik-batik besar. Namun usaha Ni tidak berhasil dan Ia kalah bersaing. Penjualan batiknya semakin merosot dan akibatnya Ni merasa frustasi dan jatuh sakit. Bahkan Ni hamper meninggal dunia karena sakitnya yang sangat parah. Ketika sakit timbul kesadaran dalam dirinya. Dia mulai mengerti mengapa usaha batikny tak dapat bersaing dengan produk-produk keluaran pabrik. Masalah merk yang menjadi salah satu penyebabnya. Dengan keteguhan hatinya Ni akhirnya memutuskan untuk mengubah merk batiknya Canting menjadi Canting Daryono kemudian Ni meneruskan usaha batik tradisional milik keluarganya.

Ni tidak menangani usahanya sendiri tetapi di bantu oleh kakak-kakaknya. Keputusan mengubah nama itupun sangat tepat . usaha batik mereka, secara perlahan mulai mampu bersaing di pasaran. Batik mereka mulai terkenal lagi, tidak hanya di dalam negeri melainkanm mulai dilirik oleh turis asing. Sungguh suatu kerja keras yang tiada henti. Mereka sekeluarga saling bahu membahu menangani usaha tersebut walaupun dulu kakak-kakaknya tidak menyetujui niat Ni untuk membangkitkan butik keluarganya. Namun akhirnya usaha tersebut berjalan dengan sesuai hati mereka.

Kemudian Ni menikah dengan Hermawan pilihan hatinya yang sudah lama menunggunya selama gadis itu menangani perusahaan keluarganya. Pesta perkawinan mereka diadakan tepat pada hari selamatan setahun meninggalnya Bu Bei yang mengelola batik Canting yang paling legendaris dalam keluarga besar Setrokusumo.

Makna feminisme novel ini tampak dalam peran wanita Ibu Bei yang bersifat feminisme, ia mampu melaksanakan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga yang tegar, sabar dan bijaksana. Selain itu Ibu Bei juga membantu Raden Ngabei yaitu suaminya dalam menjalankan bisnis batik merk Canting. Ia juga sangat perhatian dan dengan penuh rasa kasih sayang merawat anak-anaknya. Peran feminism tampak juga pada tokoh Ni yang merupakan seorang wanita yang tegar , Ia mampu menyelesaikan setiap masalah yang selalu menghadangya. Sebagai anak bungsu Ni merasakan suatu kewajiban untuk memajukan bisnis batik milik orang tuanya yang mulai redup. Walaupun sedang sakit dan bahkan hampir meninggal dunia Ni berusaha sekuat tenaga untuk berkorban demi semua itu. Pengorbanan Ni akhirnya membuahkan hasil. Batik Canting miliknya mulai bersaing lagi dengan batik-batik lainnya. Hanya mengganti sebuah merk usaha bisnis batik dapat berkembang. Ni juga tetap menjalankan kewajibannya mengurus anak-anaknya, seperti yang telah dilakukan ibunya dulu ketika masih hidup.

0 comments:

Post a Comment

Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook