Sunday, April 06, 2008

Puisi Baru (2a)

Jenis-Jenis Puisi Baru (Balada)


Balada-Elegi-Ode-Himne-Epigram-Satire-Edylle

Pada posting terdahulu, dalam puisi Indonesia baru (1), telah dipaparkan macam-macam puisi Indonesia baru menurut jumlah barisnya tiap bait berikut contoh-contohnya. Macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain: distichon, tersina, quatrain, quint, sektet, septime, oktaf/stanza, sonata, dan sajak bebas. Jika ingin membaca lagi, silakan klik di sini.

Berikut ini akan dipaparkan jenis-jenis puisi baru menurut isinya. Macam-macam puisi baru menurut ISINYA antara lain balada, elegi, ode, himne, epigram, satire, dan idylle.

BALADA

Balada (Ballad-Ing) adalah cerita dalam bentuk syair.Isi balada mengisahkan perbuatan seorang tokoh legendaris. Entah dari jaman kuno atau dari jaman yang belum lama. Semula balada dibawakan oleh seorang penghibur, pengamen, atau trubadur, dinyanyikan, dengan refren (perulangan bait) tertentu.

Dalam buku Pemandu di Dunia Sastra, Dick Hartoko dan Rahmanto membedakan balada dalam dua kelompok, yakni balada rakyat dan balada literer.

Balada rakyat berasal dari rakyat dan dibawakan dalam pertemuan-pertemuan rakyat. Balada ini mengisahkan tindak kepahlawananseorang tokoh sejarah atau peristiwa-peristiwa yang terjadi pada jaman dahulu, kadang-kadang juga sebuah ”love story” antara dua kekasih tetapi biasanya ”happy-end”. Bahasanya sederhana. Pada Zaman romantik, balada rakyat itu dikumpulkan dalam antologi-antologi.

Balada rakyat umumnya tidak dikenal penciptanya dan disampaikan secara lisan dalam versi yang berbeda-beda. Dengan kata lain, balada dalam konteks ini bisa diartikan sebagai bentuk kisahan sederhana dengan isi emosional yang sederhana pula.


Balada literer dimulai di Prancis pada abad pertengahan. Dalam konteks ini, balada diartikan sebagai lagu yang mengiringi sebuah tarian. Balada jenis ini menjadi populer pada abad ke-14 dan ke-15. Tokoh balada jenis ini adalah Francois Villon. Semula, balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. Dengan kata lain, balada sastra

Dalam dunia sastra Indonesia, W.S Rendra melalui sajak-sajaknya yang kemudian dikumpulkan dalam Balada Orang-orang Tercinta, dan Ajip Rosidi dalam Jante Arkidam, pernah berupaya mengenalkan puisi jenis ini kepada pembaca di Indonesia.

Sementara sumber lain menyatakan bahwa balada dapat dipahami sebagai sajak kisahan romantis atau sentimentil, terdiri dari bait-bait pendek, berlarik empat dan berpola rima a-b-c-d. Larik pertama dan ketiga mengandung empat suku kata yang bertekanan, larik kedua dan keempat mengandung tiga suku kata yang bertekanan. Dengan demikian balada sastra diciptakan menurut pola balada, dengan memanfaatkan ciri-ciri balada rakyat yang lazim, tetapi bentuk kisahan dan isinya lebih maju/canggih (sophisticated). Contoh dari lain balada ini adalah puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul Balada Matinya Seorang Pemberontak.

Berikut petikan puisi Sapardi Djoko Damono tersebut ................


(bersambung ke Puisi Baru 2b, Elegi)

4 comments:

puisi itu sangat pas dan bisanya sih saya nulis kalau lagi jatuh cinta hehehe

hufh bgusna ulangan tadi buka nih situs !

wah,. ako butuh artikel itu buat tugas sekolah,,,
gmn tu cara download nya ??? T.T

Post a Comment

Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook