Saturday, June 21, 2008

Jalan Tak Ada Ujung

Sinopsis Novel Jalan Tak Ada Ujung
Novel karya Mochtar Lubis ini pertama kali diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka tahun 1952. Novel ini berkisah tentang ketakutan seorang guru bernama Isa. Guru Isa adalah tamatan HIK dan menjadi guru Sekolah Rakyat di Tanah Abang. Selain dikenal dengan kebaikannya, guru Isa juga memiliki sifat yang lembut, Ia sangat gemar bermain musik dan sepak bola. Meski begitu, guru Isa memiliki kelemahan yakni: ia sering mengalami ketakutan. Secara ringkas, kisah novel ini adalah sebagai berikut.

Guru Isa sudah lama menikah dengan Fatimah, namun mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Hal ini disebabkan Guru Isa menderita impoten. Maka atas persetujuan bersama, mereka memungut Salim sebagai anak. Keadaan lemah tenaga itu membuat Guru Isa sangat terganggu dan menjadi minder.

Waktu itu masa revolusi. Seorang pejuang yang cukup gigih, bernama Hazil, akhimya dapat berkenalan dengan Guru Isa, karena mereka mempunyai kegemaran yang sama, yaitu bermain biola. Pergaulannya semakin akrab, sehingga Guru Isa diajak ikut berjuang. Namun karena penyakitnya, Guru Isa tidak berani. Ia paling tidak suka kekerasan dan paling benci melihat orang berkelahi.

Karena ia seorang guru yang tak bakal dicurigai, maka Hazil memberi tugas kepadanya untuk menjadi kurir, yang mengantar senjata dan surat-surat kepada rekan seperjuangannya. Ketakutan Guru Isa bukanlah merupakan alasan untuk menolaknya. Setelah didorong oleh banyak pihak, dan juga isterinya, maka dengan berat hati tugas itu pun diterimanya.

Persahabatan yang kontras itu dirasakan ganjil oleh Guru Isa. Hazil yang kurus, penuh semangat perjuangan, sedangkan dirinya lemah, selalu ragu-ragu dan takut. Ia merasa ngeri menyaksikan pertumpahan darah di medan laga. Maka mimpi-mimpi buruk selalu menghantuinya. Meskipun ia ingin menampakkan cintanya terhadap isterinya, namun tugas sebagai agen rahasia itu dirasanya cukup berat.

Dalam tugas itu Guru Isa dan Hazil mendapat bantuan dari Tuan Hamidi. Mereka harus membawa senjata-senjata yang sangat diperlukan. Bertiga dengan sopir, mereka menuju Manggarai. Di sana senjata tersebut ditunggu oleh Rahmat, Ontong dan kawan-kawan. Guru Isa menyaksikan sendiri, bahwa di sana Ontong bersama 2 teman lainnya melakukan pembunuhan yang keji terhadap dua orang Tionghoa yang dianggap sebagai mata-mata musuh. Ketakutan dan kengerian sangat mengganggu jiwa Guru Isa. Maka Guru Isa mengusulkan kepada Hazil agar Ontong dan kawannya diberantas saja, sebab ia berpendapat tak baik mencampuradukan perjuangan dan pembunuhan. Hazil tak dapat berbuat apa-apa.

Pada bulan Januari Rahmat mengantarkan surat Hazil untuk Guru Isa. Saat membaca surat dari Karawang itu, Guru Saleh, teman Guru Isa datang. Guru Saleh mengabarkan bahwa dia akan mengungsi, karena tak betah dengan kerusuhan dan kekacauan di daerah tempat tinggalnya. Mendengar hal itu Guru Isa ikut bergembira, sebab ternyata temannya sendiri juga takut kepada revolusi. Ia pun timbul niat untuk mengungsi.

Dalam suratnya Hasil mengatakan bahwa banyak orang melakukan pembunuhan dengan kedok perjuangan hanya untuk mencari keuntungan sendiri. Pembunuhan kejam dan tak beralasan banyak dilakukan laskar rakyat. Selama sebulan Hazil menghilang, karena dicari oleh Nefis dan Vield, sekutu Inggris. Kebimbangan dalam hati Hazil muncul. Namun segera ditetapkan hatinya, Jalan yang tak ada ujung, yang telah dipilihnya harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Ia kembali ke Jakarta.

Guru Isa harus menerima tugas baru sebagai pemegang dana untuk Jakarta. Meskipun dengan susah payah ia menolaknya, namun karena didesak, ia pun tak kuasa, Penggeladahan oleh Serdadu-serdadu Nica di daerah itu semakin gencar. Penduduk semakin gelisah. Mereka pun mengungsi, termasuk Tuan Hamidi. Guru Isa pun ingin mengungsi. Ia mengajak Fatimah, namun istrinya menolaknya. Karena kegelisahan jiwa yang terus beruntun, maka Guru Isa pun jatuh sakit. Hazil sering berkunjung ke rumah Guru Isa. Maka terjadilah hubungan asmara antara Hazil dan Fatimah. Akhimya perbuatan itu pun diketahui Guru Isa, ketika ia menemukan pipa rokok Hasil di bawah bantal. Guru Isa sangat marah, namun ia tak dapat berbuat apa-apa.

Hazil, Rahmat dan kawan-kawan semakin berani melakukan penyerangan kepada Belanda. Mereka merencanakan akan melempar granat. Guru Isa perlu ikut untuk menyaksikan apakah mereka berhasil tertangkap ataukah tertembak mati di tempat itu, lalu ia harus melaporkan hasilnya. Bila mereka tidak berhasil, maka Guru Isa akan terus pulang, dan menunggu hingga salah seorang dari mereka datang padanya. Jika dalam tempo dua hari Guru Isa tidak mendapat kabar, maka itu berarti bahwa mereka tertangkap. Guru Isa harus melaporkannya ke markas di Krawang.

Guru Isa semakin renggang dengan Fatimah. Kebenciannya sering muncul, namun sering juga luluh kembali Ketakutan demi ketakutan semakin menghantuinya. Hidup dan tidurnya selalu diganggu oleh mimpi-mimpi buruk yang mengerikan.

Seminggu setelah penyerangan itu, Guru Isa membaca koran bahwa salah seorang pelempar granat tangan tertangkap. Guru Isa panik. Tubuhnya kaku dan dingin, kemudian ia pingsan. Setelah siumam ia berpikir, siapakah sebenarnya yang tertangkap: Hazil ataukah Rahmat. Apakah dia juga akan tertangkap? Hari ketiga setelah peristiwa itu datang polisi militer menangkapnya. Ia pun dijebloskan ke dalam penjara. Di dalam tahanan itu ia bertemu dengan Hazil yang telah rusak tersiksa. Betapa kecewanya Guru Isa ketika mengetahui Hazil telah berkhianat hanya karena tidak tahan menerima siksaan. Kekaguman Isa terhadap Hazil luntur sudah. Ia bahkan kini menjadi tidak takut lagi menghadapi siksaan yang akan diterimanya. Isa mulai dapat menepis ketakutan-ketakutan yang sering menghantuinya. Di saat itu pula, kelaki-lakiannya yang selama ini mati justru muncul kembali. Ia merasakan darah mengaliri dirinya. Membuat dia percaya diri, dan impotensinya hilang. Kini ia tak lagi impoten. Pada saat-saat itu kerinduaan akan Fatimah begitu mendalam. Ia ingin menunjukkan kepada Fatimah bahwa ia sudah kembali perkasa. Ia berharap kehidupan rumah tangganya akan bahagian bersama Fatimah selepas dari penjara itu.***

Download? Klik di sini
Lihat novel lain di sini

3 comments:

novel yang bagus untuk memotivasi seseorang yang punya masalah seperti guru isa

saya ingin mempunyai sinopsis novel JALAN TAK ADA UJUNG karya mochtar lubis ini. tolong kirim sinopsisnya ke email saya [ indhtandh.chacha@yahoo.com ]

terimakasih . .

tolong sinopsis si cebol rindukan bulan juga dipost...

Post a Comment

Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook