Thursday, July 03, 2008

Hikayat Johar Manikam

JOHAR MANIKAM DILARIKAN ZENGGI

Johar Manikam hendak mengunjungi ayah bundanya
di Bagdad, akan tetapi di tengah jalan perdana menteri
yang mengiringkan dia khianat, sehingga putri itu melarikan dirinya.
Seorang saudagar membawa dia ke rumahnya.
Syah Johan, suarni Johar Manikam, menyuruh hambanya
Ishak mencari putri itu.


Sebermula, diceritakan oleh yang empunya cerita ini, ”Setelah berapa lamanya Ishak mencahari putri Johar 1) Manikam itu, ia pun sampailah ke kampung saudagar tempat tuan putri menumpang itu. Maka berjalanlah ia pada jalan raya, melihat-lihat ke sana kemari sehingga sampai ke rumah saudagar itu. Adapun pada masa itu putri Johar Manikam kebetulan lagi duduk di hadapan pintu peranginan itu dengan berselubung, sebab sepi. Tiba-tiba terlihat oleh Ishak akan putri itu; maka diperamat-amatinya hendak diketahuinya salah benar pemandangannya itu. Maka Ishak pun terpandang juga kepada putri Johar Manikam, lalu bersabda tuan putri dengan bahasa Damsyik 2) "Siapakah tuan hamba ini, dan dari mana tuan hamba datang?" Adapun putri itu, sungguhpun dikenalnya akan Ishak, tetapi takut kalau-kalau salah; itulah sebabnya maka bertanya dahulu. Apabila didengar oleh Ishak pertanyaan itu, maka dikatakannya dengan bahasa negerinya, maka ia pun berhentilah berjalan lalu berdiri di bawah peranginan itu, menyembah sambil berdatang sembah, "Ya Tuanku, patik ini Ishak, sedia hamba Tuanku, dititahkan oleh sri paduka kakanda mencaharikan Tuanku." Maka oleh Ishak diceritakannyalah, segala hal ihwal yang telah terjadi di negeri Damsyik pada waktu ia keluar dari situ, sekaliannya habis dipersembahkannya; dan lagi bahwa sultan Syah Johan 3) sangat berdukacita, mengenangkan adinda itu. Segala khabar itu pun didengarkan oleh putri Johar Manikam sambil menangis, air matanya bercucuran. Maka sembah Ishak, "Sekarang patik telah bertemu dengan Tuanku, silakanlah pulang ke negeri Damsyik dengan segera." Sabda putri itu, "Jikalau demikian bicaramu, malam sekarang datanglah engkau kemari, kita berjalan malam-malam." Sembah Ishak, "Mana-mana perintah patik junjung, Tuanku." Maka putri Johar Manikam pun pergilah mendapatkan saudagar itu, hendak bermohon pulang ke negerinya.

Hatta terkenanglah putri itu akan kebaikan saudagar itu, dengan berlinang-linang air matanya, sambil mengatakan terima kasih. Maka hari pun petanglah, maka datanglah Ishak dengan kudanya. Setelah malam, bersedialah ia akan berangkat. Maka ditantinya 4), lambat putri Johar Manikam datang, sebab berkata-kata dengan saudagar, maka Ishak pun mengantuklah matanya lalu tertidur. Seketika lagi hujan rintik-rintik pun turun, serta gelap gulita, sehingga suatu pun tiada yang kelihatan lagi. Maka putri itu, sebab sudah ditetapkan hendak berangkat, turunlah ia dari atas rumah saudagar, mencahari Ishak yang lagi tidur dengan nyadarnya itu, maka bertemulah putri itu dengan kuda Ishak tertambat pada tiang rumah, lalu naik putri ke atas kuda itu sambil berseru-seru memanggil Ishak, tetapi serunya itu tiadalah kedengaran kepada Ishak, sebab sangat nyenyaknya ia tidur.

Syahdan, dengan takdir Allah taala, datanglah seorang zenggi 5) pencuri lalu bertemu dengan seekor kuda, maka segera diurainya tali kuda itu lalu dibawanya berjalan pulang ke rumahnya. Adapun putri Johar Manikam tiada tahu, bahwa zenggi pencuri itu yang membawa dia, melainkan disangkakannya Ishak juga yang menuntun kuda itu.

Hatta hujan pun makin lama makin lebat turunnya serta dengan ribut. Maka putri Johar Manikam duduklah berselimut di atas kuda itu, berdiam sepanjang jalan. Beberapa lamanya berjalan itu, sampailah mereka itu ke atas sebuah bukit, tempat kediaman zenggi itu. Tatkala zenggi menuntun kuda itu, tiadalah ia menoleh-noleh ke belakang, melainkan memandang ke hadapannya juga; sebab jalan penuh dengan batu yang besar-besar, dan lagi sangat licinnya jalan itu, takut kalau-kalau tersalah sedikit sahaja, jatuhlah ke dalam jurang yang terjal-terjal pada kiri kanan jalan itu. Karena itu tiadalah diketahuinya, bahwa ada seorang manusia duduk di atas kuda itu. Setelah sampai, hari pun sianglah, maka zenggi pencuri itu pun terlihatlah akan putri Johar Manikam duduk di atas kuda itu. Maka zenggi itu sangat terkejut sambil berkata di dalam hatinya, "Astagfirullah! Seumur hidupku pergi mencuri, belum pernah aku mendapat yang demikian ini. Sudahlah dengan untungku hendak beroleh seorang perempuan yang muda ini, hendak kuperistrikan kepada saudaraku yang bungsu itu; memang ia hendak berumah tangga katanya." Maka putri itu terkejut juga, melihat zenggi pencuri yang menuntun kuda itu, bukannya hambanya Ishak, maka tahulah putri, bahwa zenggi itu pencuri kuda, tiada kelihatan kepadanya, bahwa ada orang duduk di atas kuda itu; dan lagi kuda itu tiada dikendarainya, karena jalan yang sangat buruk itu tiada terjalani, jika kuda tiada dituntun baik-baik. Sabda putri di dalam hatinya, "Akan aku ini, di dalam hal kehujanan dengan ribut itu, tiadalah kuperiksa lagi, siapa yang menuntun kuda itu, melainkan kusangkakan Ishaklah yang menuntun. Adapun kejadian ini sangat ajaib, tiada dapat tiada melainkan dengan takdir Allah subhanahu wataala juga adanya; mudah-mudahan hal ini dijadikan Allah jalan yang boleh membawa aku bertemu pula dengan suamiku."

Maka bersabda pula tuan putri kepada zenggi pencuri itu, "Hai tuan hamba, sebagaimana maka hamba terbawa dengan kuda hamba kemari mi?"

Sahut zenggi, "Apa gunanya akan mengetahui hal itu. Jangan orang muda 6) khawatir; hamba bawa tuan hamba ke rumah hamba supaya tuan hamba dipeliharakan oleh anak bini hamba dengan sepertinya."

Sabda putri Johar Manikam, "Jikalau demikian, baiklah," di dalam hati putri itu, "Apa boleh buat, kuturutlah sahaja kehendaknya, insya Allah, mudah-mudahan diberinya juga akal akan hamba-Nya ini, supaya boleh terlepas dari tawanan ini." Setelah berapa lamanya putri Johar Manikam duduk di rumah pencuri itu, maka pencuri itu berkata kepada tuan putri, katanya, "Ya orang muda, ada pikiran hamba yang sempuma hendak hamba katakan kepada tuan, yaitu tuan hamba hendak hamba peristrikan kepada saudara hamba. Hendak kah tuan hamba? Adapun saudara hamba itu lagi muda, tetapi ada sudah pencahariannya, dan jikalau tiada cukup akan berumah tangga, hambalah yang menolong, karena harta hamba sangat banyaknya; barang apa tuan hamba kehendaki, bolehlah hamba adakan, emas dan perak dan ratna mutu manikam sekehendak hati tuan hamba dan lagi rumah dengan serbanya sekalian."

"Ujar putri Johar Manikam, "YaTuan, berilah hamba bertangguh hendak berpikir dahulu."

Kata zenggi pencuri itu, "Baiklah, berpikirlah orang muda dahulu."

Syahdan, sekali peristiwa, zenggi pencuri berkata kepada istrinya dan segala anaknya ia hendak pergi barang dua tiga hari lamanya, akan menyelesaikan barang suatu perkara. Maka tuan putri pun ada duduk bersama-sama dengan anak bini zenggi pencuri itu, maka didengarnya oleh putri perkataan itu lalu berpikirlah di dalam hatinya, demikian, "Jikalau aku ini 7) hendak lepas daripada tawanan ini, sekaranglah waktunya yang baik akan berikhtiar." Setelah sudah sehari lamanya zenggi itu meninggalkan rumahnya, dan pada masa segala isi rumah itu tidur sekaliannya, maka putri itu pun masuklah ke dalam tempat zenggi itu menyimpan segala barang curiannya. Dalam antara harta benda itu adalah beberapa banyak pakaian yang indah-indah, maka dipilihnya seluar dan baju dan sebagainya yang padan akan dipakainya cara laki-laki, mudah diperolehnya karena sangat banyaknya pakaian itu, berjenis-jenis macam. Setelah itu berpakailah putri Johar Manikam cara laki-laki, lengkap dengan sekaliannya yang biasa dipakai orang kaya-kaya dan lagi rambutnya dikeratnya sejejak bahu. Maka tuan putri Johar Manikam berpakaian cara laki-laki itu, bertambah-tambahlah eloknya, gilang-gemilang, dan lagi sangat berubah rupanya, sehingga tiada dikenal orang, bahwa ia itu putri Johar Manikam adanya. Setelah sudah siap berpakai, maka putri itu pun turunlah dari rumah zenggi pencuri itu lalu pergi ke kandang kuda, diambilnya kuda yang dicuri oleh zenggi itu. Apabila sudah dikenakannya pelana dan kekang dan kelengkapan yang lain-lain, maka naiklah tuan putri ke atas kuda itu lalu dipacunya. Maka berjalanlah menuju matahari mati, seraya minta doa dan menyerahkan dirinya kepada Allah subhanahu wataala.***


Diambil dari Bunga Rampai Hikayat lama, Sanusi Pane Hal. 26-29
Download Hikayat ini, KLIK di sini


Keterangan:
1. Sebenamya Jauhar = pertama, manikam, Johor pun asalnya jauhar.
2. Damascus.
3. Bahasa Persia jahan, artinya dunia.
4. Dinantinya.
5. Penduduk Afrika yang hitam, "Habsyi".
6. Sekarang hanya dipakai bagi orang laki-laki muda.
7. Ini dipakai di suni jadi penekan (bandingkan misalnya dengan kalimat seperti: Kamu ini malas-malas saja saya lihat).

0 comments:

Post a Comment

Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook