Sunday, August 24, 2008

Mengenal SONETA

SONETA ITALIA - SONETA SHAKESPEARE – SONETA INDONESIA


Soneta berasal dari bahasa Itali, dari kata sonetto yang berarti 'suara lagu'. Pujangga soneta Itali yang terkenal di antaranya Boccacio, Petrarca, dan Dante Alighieri. Puisi ini terkenal di Itali kira-kira abad ke-13. Masuk ke Negeri Belanda pada abad ke-16. Tapi pada waktu itu di Negeri Belanda belum disenangi. Baru pada masa Jacques Perk (lahir pada tahun 1859) muncul gubahan sonetanya pada tahun 1882 dengan judul "Mathilde". Pada waktu itu muncul Angkatan Delapan puluhan di Negeri Belanda dan menggubah sonata menjadi kegemaran mereka.


Di Inggris soneta masuk pada abad ke-16 juga. Pujangganya yang gemar menggunakan soneta di antaranya: Shakespeare (1564-1616) dan Sir Thomas Wyatt (1503-1542).

Pada awal abad ke-20 mulai banyak putra Indonesia yang belajar ke Negeri Belanda. Mereka ini pun tertarik kepada soneta dan setelah mereka kembali ke tanah air, mereka gubahlah soneta dalam puisi Indonesia. Tahun 1921 muncul soneta di Indonesia yang kemudian sangat digemari oleh beberapa penyair Pra-Pujangga Baru: Muh. Yamin, Rustam Effendi, Y.E. Tatengkeng, Mozasa, Sanusi Pane, A.M. Dg. Myala, Intoyo, dan Ali Hasjmy.

Berikut ini disajikan aturan dan contoh-contoh soneta Itali, soneta Shakespeare, dan variasi-variasi soneta Indonesia.


Soneta Itali


Syarat-syaratnya ialah:

  1. Terdiri atas 4 bait. Dua bait bagian atas tersusun atas 4 larik atau kuatrin dan dua bait bagian bawah tersusun atas 3 larik yang disebut terzin.

  2. Kedua kuatrin merupakan satu kesatuan yang disebut juga oktaf dan kedua terzin merupakan satu kesatuan yang disebut sekstet.

  3. Oktaf umumnya melukiskan keindahan atau kejadian alam sedangkan sekstet merupakan isi atau kesimpulan.

  4. Antara oktaf dan sekstet ada peralihan yang disebut volta.

  5. Rima akhir lariknya: abba - abba - cdc - dcd. Misalnya (dalam soneta Indonesia):

    SENJA

    Malam turun perlahan-lahan
    Damai sentosa hening tenang
    Sunyi senyap alam sekarang
    Suara angin tertahan-tahan

    Bunga di kebun menutup kuntum
    Lalu tidur di dalam duka
    Burung termenung mengingat suka
    Dalam sarang rasa dihukum

    Sukma sunyi seperti dahsyat
    Lemah lesu karena rawan
    Hati rindu memandang alam.

    Diam takut menanti malam
    Terkenang aku akan rupawan
    Akan adinda diikat adat
    (Sanusi Pane)


    Soneta Shakespeare

    Syarat-syaratnya ialah:
  1. Terdiri atas 4 bait. Bait pertama, kedua, dan ketiga masing masing 4 larik. Bait terakhir terdiri atas 2 baris atau distikhon.

  2. Tiga kuatrin: pertama, kedua, dan ketiga melukiskan hal yang umum, keindahan ataupun kejadian alam.

  3. Dua baris terakhir merupakan kesimpulan atau isi soneta

  4. Rima pada akhir lariknya tersusun sebagai berikut: abb - cdcd - efef - gg.

  5. Dua baris akhir yang merupakan kesimpulan itu disebut cauda atau koda.

    Misalnya:

    Come, sleep, o sleep! the certain knot of peace
    The baiting-place of wit, the balm of woe
    The poor man's wealth, the prisoner's release
    The indifferent judge between the high and low

    With shield of proof shield me from out the prease
    Of those fierce darts Despair at me doth throw
    O make me in these civil wars to cease
    I will good tribute pay, if thou do soo

    Take thou of me smooth pillows, sweetest bed
    A chamber deaf of noise and blind of light
    A rosy garland and a weary head:
    And if these things, as being thine in right ,

    Move not thy heavy grace, thou shalt in me
    Livelier than elsewhere, Stelle's image see


    Kemungkinan Susunan Bait Soneta Indonesia

    a. 4-4-3-3

    Misalnya:

    GEMBALA

    Perasaan siapa tidakkan nyala,
    Melihat anak berlagu dendang,
    Seorang saja di tengah padang,
    Tiada berbaju buka kepala.

    Beginilah nasib anak gembala,
    Berteduh di bawah kayu nan rindang,
    Semenjak pagi meninggalkan kandang,
    Pulang ke rumah di senja kala.

    Jauh sedikit sesayup sampai,
    Terdengar olehku bunyi serunai,
    Melagukan alam nan molek permai.

    Wahai gembala di segara hijau,
    Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau,
    Maulah aku menurutkan dikau.
    (M. Yamin)

    b. 4-4-4-2

    Misalnya:

    DI KAKI GUNUNG

    Hawa meresap ke urat syaraf
    Membawa wangi bunga-bungaan
    Diringi kabut tipis melayap
    Enggan ke gunung merayu hutan

    Angin lembut membuai daun
    Serentak cemara menggamit awan
    Sedang langit roma kilauan
    Setiap garis lukisan kudus

    Di sini sunyi alam selalu
    Tempat burung terbang berkibar
    Tempat dunia tabah menunggu
    Menanti hidup kan rombok mekar

    Di sini sunyi alam selalu
    Di sini rindu menampung sinar.
    (Mozasa)


    c. 4-4-6

    Misalnya:

    NASIB


    Bagai orang yang salah larasnya
    Mengharu harmoni di dalam orkes
    Lagu hidupku kini tak beres
    Lakuku kurang lurus dan cerkasnya

    Karena didikan agak keliru
    Hidupku terdasar perseorangan
    Sekarang zaman perkitaan
    Sesat dan sasar menganyam nasibku.

    Lamalah sudah aku berperang
    Melawan musuh di dalam diri
    Kubujuk halus keras kuhantam
    Amat sedikit kudapat menang
    Kebinasaan yang telah mendalam
    Susah ditukar, sukar disiangi.
    (Intoyo)

    d. 8-3-3

    Misalnya:

    Hijau tampaknya bukit barisan
    Berpuncak Tanggamus dengan Singgalang
    Putuslah nyawa hilanglah badan
    Lamun hati terkenang pulang
    Gunung tinggi diliputi awan
    Berteduh langit malam dan siang
    Terdengar kampung memanggil tolau
    Rasakan hancur tulang belulang

    Habislah tahun berganti zaman
    Badan merantau sakit dan senang
    Membawakan diri untung dan malang

    Di tengah malam terjaga badan
    Terkenang bapak sudah berpulang
    Diteduh selasih kemboja sebatang

    (M. Yamin)


    e. 14 baris sekaligus sebait


    Misalnya:

    MELATI

    kau datang dengan menari, tersenyum simpul
    Seperti dewi, putih kuning, ramping halus
    Menunjukkan diri, seperti bunga yang bagus
    Dalam sinar matahari, membuat timbul
    Di dalam hati berahi yang suci permai
    Jiwa termenung, terlena dalam samadi
    O, Melati memandang seperti Pamadi
    Kebakaan kurasa, luas tenaga dan damai
    Engkau tinggal sebagai bunga dalam taman
    Kenang-kenangan: dipetik tidakkan dapat
    Biar warna dan wangi engkau berikan
    Engkau seperti binatang di balik awan
    Terkadang-kadang sejurus berkilat-kilat
    Tapi jauh takkan tercapai tangan.

    (Sanusi Pane)

    f. Ada lagi bentuk soneta yang mendapat tambahan larik atau bait yang cukup banyak. Hal ini terjadi karena penyair merasa belum puas menyampaikan curahan perasaan dengan sonata yang dibatasi oleh 14 larik. Karena itu ditambahnya dengan larik-larik yang cukup banyak. Larik-larik tambahan dalam soneta itu juga disebut koda atau ekor soneta.

    Misalnya:

    UNTUK TINI KASUMA

    Sungguh benar hamba termenung,
    Hijau barisan di hati pun lekat,
    Berbukit-bukit gunung-gemunung,
    Diselimuti awan jauh dan dekat.

    Sungguh benar di jantung terkandung,
    Lautan berombak berpangkat-pangkat,
    Mengejar pantai tanahku indung,
    Berbuih putih intan terikat.

    Sungguh begitu dahulu kupandang,
    Waktu badanku suka dan riang,
    Bermain di pantai di gunung padang,
    Tetapi sekarang walaupun muda,
    Alam begitu hilang di mata,
    Cuma dirasakan di dalam dada.

    Bukit barisan kupandang kabur,
    Terlukis di awang awan-gemawan,
    Berkaki laut debur-mendebur,
    Merdu bunyinya rindu dan rawan,
    Gulung-gemulung suara malam,
    Ombak ke pasir derai-berderai,
    Desir-mendesir di hari kelam,
    Memuji pulauku sorak-semarai,
    Semuanya itu nyaring kudengar,
    Memanggil badan tulang-belulang,
    Masuk ke dada di jantung tergambar,
    Supaya kembali lekaslah pulang,
    Aduhai diriku sepantun burung,
    Mata lepas badan terkurung.

    (M. Yamin)
Download? Silakan KLIK DI SINI

2 comments:

Ada lagi nih.... SONETA-nya Rhoma Irama. Hehehe. aku melarat krn judi...dst. Btw. tengkyu untuk postingan ini. Sangat bermanpaat sekali. Zalam dari Medan... HORAS

TAGOR

thX bGd informsinya......
Lega rasanya g bakal d mrahin guru sastra.............

Post a Comment

Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook