Saturday, March 01, 2008

Warisan

WARISAN
(Chairul Harun)


Bagindo Tahar – seorang bangsawan kaya raya – sakit parah. Rafilus, putranya yang sekarang bekerja di Jakarta mengajukan usul kepada ibu dan adik-adiknya, bagaimana jika ayahnya berobat ke Jakarta saja. Rafilus mengajukan alasan bahwa peralatan medis di Jakarta tentulah lebih lengkap dan memadahi dari pada peralatan rumah sakit di kampungnya Kurai Taji, Pariaman. Setelah ibu dan adik-adiknya menyetujui, berangkatlah Rafilus ke Sumatra Barat menjemput ayahnya.

Tetapi rupanya kedatangan Rafilus jauh-jauh dari Jakarta hendak menjemput ayahnya justru ditentang keras oleh sanak keluarga yang sangat berharap warisan Bagindo Tahar, ayah Rafilus. Mereka curiga bahwa keinginan Rafilus hanya muslihat agar seluruh warisan Bagindo jatuh ke tangannya. Niat Rafilus tidak hanya ditentang oleh sanak saudaranya, tetapi juga oleh ayahnya sendiri, Bagindo Tahar. Bagindo Tahar bersikeras tidak ingin dibawa ke Jakarta karena ia tidak mau mininggalkan adik kandung dan anaknya (Siti Banier dan anaknya Sidi Badarudin) yang juga juga sedang sakit.

Adalah seorang dukun terkenal di Kurai Taji bernama Tun Rudin. Karena pengaruhnya, seluruh keluarga besar Bagindo Tahar mempercayakan pengobatan bagi kesembuhan Sitti Banier, Sidi Badarudin, dan Bagindo Tahar kepadanya. Karena pengaruh dukun itu pulalah nat Rafilus untuk membawa ayahnya ke Jakarta kandas. Berbagai alasan yang diajukan Rafilus ditolak kaum kerabatnya.

Hingga suatu malam, Sidi Badarudin, anak Siti Banier meninggal dunia. Meninggalnya Sidi Badarudin tidak sempat ditunggui oleh Asnah, istrinya. Asnah, istri mendiang Sidi Badarudin mempunyai niat jahat menyebarkan kabar bohong perihal kematian suaminya, semata-mata agar ia mendapat bagian warisan Bagindo Tahar. Asnah memfitnah Murni (ibu tiri Rafilus) bahwa penyebab kematian suaminya, Sidi Badarudin karena diracun oleh Murni.

Kaum kerabat Bagindo berkumpul untuk membuktikan tuduhan Asnah. Tetapi karena kecermatan dan kepandian Rafilus, fitnah yang dialamatkan kepada ibu tirinya berhasil dibongkarnya. Rafilus menceritakan seluruh niat jahat Asnah yang menyebarkan kabar bohong karena ingin mendapatkan warisan Bagindo Tahar kepada ayahnya. Akhirnya, seluruh sanak keluarga justru berbalik menuduh Asnah bahwa dialah yang justru meracuni Sidi Badarudin, suaminya sendiri, karena ingin mendapatkan warisan. Dugaan ini menjadi semakin kuat ketika ia mengetahui ada racun di tangan Asnah dan Asnah sengaja menghilang ketika suaminya meninggal.

Kepulangan Rafilus ke Kurai Taji ternyata menarik perhatian seorang karabat Bagindo Tahar bernama Rekana. Rekana memiliki seorang anak gadis bernama Arneti. Rakena sangat ingin anaknya menikah dengan Rafilus. Rafilus sebenarnya tahu, bahwa Arneti bukanlah gadis yang baik. Ia sangat paham bahwa Arneti bukanlah gadis suci yang ia idam-idamkan.

Tetapi demi memenuhi keinginan ayahnya yang sedang sakit, dan menjaga kekerabatan, diterimalah Arneti sebagai calon istrinya. Kedua keluarga menentukan hari baik untuk menikahkan Rafilus dengan Arneti. Untunglah bagi Rafilus, rencana pernikahan itu tertunda karena Siti Baniar meninggal dunia.

Secara diam-diam, Rafilus sebenarnya menjalin hubungan cinta dengan seorang janda kembang bernama Maimunah. Maka pada malam pengantin, tidak lama setelah Siti Baniar dimakamkan, secara riam-diam Rafilus meninggalkan rumah Arneti, pulang kembali ke rumah Bagindo Tahar dengan ditemani Maimunah. Melihat kenyataan itu, Arneti tidak bersedih tetapi justru sangat senang, karena ia bisa berkenca dengan lelaki lain.

Karena tidak mendapat pengobatan yang layak, Bagindo Tahar, ayah Rafilus, akhirnya meninggal dunia. Sebelum meninggal, ayahnya mewasiatkan agar Rafilus mengatur pembagian harta warisan. Setelah empat puluh hari meninggalnya Bagindo Tahar, Rafilus mengumpulkan seluruh sanak kerabat untuk membagi harta warisan Bagindo Tahar. Ia bertekat bahwa ia tidak akan mengambil sedikitpun harta warisan ayahnya itu sebagaimana selama ini sanak keluarganya menuduh dan mencurigainya. Betapa gembira seluruh kaum kerabat Bagindo Tahar mendapat harta warisan yang sudah lama mereka nanti-nantikan. Mereka juga menjadi malu dengan Rafilus karena ternyata Rafilus tidak mengambil sedikitpun harta warisan ayahnya sendiri.

Kebahagian sanak keluarga almarhum Bagindo Tahar yang telah mendapatkan warisan itu tidak berlangsung lama. Ternyata almarhum Bagindo Tahar meningalkan banyak hutang karena perbuatan Asnah dan Tuanku Salim (suami Siti Baniar-yang menikah lagi dengan Upik Denok menjelang kematian Siti Baniar). Mereka harus membayar hutang itu dengan harta warisan Bagindo Tahar. Karena demikian banyaknya hutang itu, maka seluruh harta warisan itu hampir habis. Karena situasi seperti inilah akhirnya kaum karebat itu menolak menerima warisan Bagindo Tahar.

Demikanlah akhirnya warisan itu tidak lagi menjadi rebutan. Sementara, Rafilus harus kembali ke Jakarta karena sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaannya. Tiga bulan setelah ia meninggalkan kampung halamannya, Rafilus pulang kembali ke Kurai Taji untuk menjemput Maimunah yang sedang mengandung anaknya. Ia ingin memperistri dan memboyong Maimunah ke Jakarta, Sebelum berangkat ke Jakarta, Rafilus menceraikan Arneti.

Begitulah kisah novel Warisan karya Chairul Harun secara ringkas. Intrik, kecurigaan antaranggota keluarga karena persoalan warisan akhirnya saling berebutan menolak harta warisan itu. Warisan yang banyak itu harus digunakan untuk menutup hutang yang dilakukan kaum kerabat dalam intrik dan muslihat menguasai warisan itu sendiri.***


Download sinopsis ini? Silakan klik di sini
Baca sinopsis novel yang lain? Klik di sini

1 comments:

hai kok ndak bisa d download yach....

Post a Comment

Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari) - Lintang Kemukus Dini Hari (Ahmad Tohari) - Jentera Bianglala (Ahmad Tohari) - Kubah (Ahmad Tohari) - Di Kaki Bukit Cibalak (Ahmad Tohari) - Bekisar Merah (Ahmad Tohari) - Siti Nurbaya (Marah Rusli) - Di Bawah Lindungan Kabah (Hamka) - Azab dan Sengsara (Merari Siregar) - Harimau-Harimau (Mochtar Lubis) - Supernova (akar - Dee) - Supernova (petir - Dee) - - Sengsara Membawa Nikmat (Tulis Sutan Sati) - Mantra Penjinak Ular (Kuntowijoyo) - Mangir (Pramoedya Ananta Toer) - Arok-Dedes (Pramoedya Ananta Toer) - Perburuan (Pramoedya Ananta Toer) - Kasih Tak Terlerai (Suman Hs) - Gadis Pantai (Pramoedya Ananta Toer) - Atheis (Achdiat Kartamiharja)


goesprih.blogspot.com Overview

goesprih.blogspot.com has 1.444.907 traffic rank in world by alexa. goesprih.blogspot.com is getting 761 pageviews per day and making USD 3.70 daily. goesprih.blogspot.com has 210 backlinks according to yahoo and currently not listed in Dmoz directory. goesprih.blogspot.com is hosted in United States at Google data center. goesprih.blogspot.com is most populer in INDONESIA. Estimeted worth of goesprih.blogspot.com is USD 2701 according to websiteoutlook